dahulukan beribadah dari pada bersosial
Banyak orang yang mengaitkan
Sosial dengan agama seakan akan orang yang pandai dalam bersosial ia pandai(beragama) menghadap Allah, I......it tunggu dulu Kata siapa....? Walau pun kamu dekat dengan kiyai jika Allah menjadi kan kamu orang bodoh ya bodoh,
Walaupun tidak pandai dalam bersosial jika allah itu memberi ke paham dalam beragama , yo paham,
Kita hidup di dunia itu untuk beribadah
Bukan untuk bersosial itu jelas dalilnya
وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين
Dan tidaklah mereka itu diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah, dengan ikhlas
Kehidupan dunia itu akan membuat kita lupa karena dunia itu hanyalah sebuah hiasan dan setiap orang yang senang dengan hiasan makan ia terjerumus dalam lembah yang gelap gulita, ia akan menduakan allah, dan ketika ia menduakan Allah mereka keluar dari syariat islam dan ketika ia keluarga dari syariat islam maka ia sama seperti orang kafir, mereka akan meninggalkan aturan yang telah di tetapkan Allah contoh seperti itu banyak sekali, ketika kita bersosial dengan seseorang kita akan mengikuti aturan seseorang entah itu aturan yang benar atau itu yang salah kita tidak akan tau demi sosial ia mengadaikan ke imannya membela sesuatu yang mungkin benar atau salah
Seperti kita berpolitik, orang yang berpolitik itu tidak akan melihat dirinya kurang walaupun sebenarnya banyak kekurangan dalam lingkungannya dan banyak kesalahan dalam kelompoknya tapi ia masih tetap mengatakan diri saya lebih baik dari yang lainnya, tidak ada rasa salah di dalam politik , maka dari itu kita hidup dalam bersosial itu belum tentu kita benar semua tapi seakan akan kita itu sudah benar.
Tapi jika kita mencintai Allah maka segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia akan mengikuti dirinya contohnya :seperti seorang ulamak
Ia hanya beribadah kepada Allah, walaupun ia tidak pernah bersosialisasi ia masih bisa mengatur semua orang contoh setiap kiyai mempunyai Majelis yang begitu besar dan banyak di patuhi oleh orang yang mengikuti dirinya bahkan mereka -mereka rela berkorban demi orang yang mencintai Allah, padahal kiyai tidak pernah menyuruh seseorang untuk membelanya, tapi orang selalu membela kiyai(orang yang di cinta nya) itu semua di sebabkan seorang yang beribadah kepada Allah, atau orang yang menjaga agama Allah (orang yang selalu beribadah ke pada Allah) maka Allah pula yang akan menjaga orang tersebut. Jadi jika hubungan kita baik dengan Allah maka akan baik keseluruhan dalam hidupnya, dan jika seseorang hanya baik dalam bersosialisasi belum tentu itu menjadikan orang tersebut baik di dalam beribadah kepada Allah, karena kita beribadah kepada Allah itu mengunakan ilmu, bukan, sosial, walaupun pandai dalam bersosial jika beribadah kepada Allah tidak menggunakan ilmu itu di tolak segala amal ibadah nya, maka dari itu ilmu penting karena ilmu itu mempunyai lima kemuliaan.
Dari Ibnu Abbas ra. Dia berkata para ulamak memiliki derajad di atas derajad-derajad orang mukmin yang lain dengan selisih tujuh ratus derajad dan di antara derajad terdapat jarak limaratus taun
berkata , ilmu lebih utama dari amal dengan lima kemulian
1.ilmu tanpa amal itu ada sedangkan amal tanpa ilmu itu tidak ada
2.ilmu tanpa amal itu bermanfaat sedangkan amal tanpa ilmu itu tidak bermanfaat
3.amal itu biasanya dengan ilmu yang menyinari seperti cahaya
4.ilmu itu tempatnya para nabi
5.ilmu itu sifatnya Allah sedangkan amal itu sifatnya hamba dan sifatnya allah itu lebih utama, dari pada sifatnya hamba
Ilmu itu seperti lautan yang takan pernah kering dan orang yang berilmu itu seperti bunga yang harum sehingga seseorang yang berada di sekeliling nya ikut terbawa oleh ke harumannya dan begitu juga orang yang bodoh akan membawa kebusukan mereka menebar kebodohan nya sehingga di sekelilingnya merasakan juga kebodohan yang ia buat
Contoh nyata jika kamu berteman dengan seorang kiyai, walaupun kamu bodoh tidak bisa baca kitab, orang memandang mu seperti guru mu, seakan akan kamu pandai, padahal kamu tidak bisa sama sekali, itu di sebabkan keharuman guru mu, dan sebaliknya jika walaupun kamu pandai mempunyai ilmu, dan orang yang ada di sekiling mu tidak baik maka kamu ikut tidak baik, karena kamu akan di hadapkan dengan keburu kan dan kamu menahannya, sepandai-pandainya kamu menahan maka kamu suatu ke saat akan membalas ketidak baikan mereka, dan kamu terbawa oleh suasana yang tidak baik juga
Post a Comment